Puasa 2017

alhamdulillahirabbil alamin, sudah sampai ya puasa di tahun 2017 ini. Alhamdulillah ketemu lagi sama bulan yang sejak 2 tahun lalu memberikan banyak warna berbeda untuk aku secara pribadi.

Bukan cuma tentang tempat baru, teman baru, aktivitas baru dan semua yang baru. Tapi lebih sama apa yang aku dapatkan selama menjalani Ramadhan dari tahun ke tahunnya.

Banyak pelajaran yang aku dapatkan di setiap aku melangkah masuk, menjalani dan meninggalkan Ramadhan. Allah seolah tidak hanya memberikan kesempatan makan bersama keluarga setiap harinya, tapi lebih dari itu.

Ada banyak pelajaran, seperti rasa sabar, ikhlas sampai dengan kekuatan hati untuk menerima semua yang Allah tetapkan. Tentu saja semuanya tidak muncul begitu saja. Selalu ada hal yang membuat hatiku ragu akan satu hal sebelumnya. Sampai pada akhirnya aku berusaha untuk meyakinkan hatiku, berusaha untuk menguatkan hati dan berusaha untuk selalu ingat bahwa Allah tidak pernah meninggalkanku dalam kegalauan.

Allah benar-benar yang Maha Menggerakkan Hati semua umat yang percaya padaNya. Dan aku bersyukur menjadi bagian dari rasa percaya itu. Seolah Magic, yang mengubah keadaan hatiku secepat kilat. Dari yang mulanya mencoba yakin, ragu, belajar percaya, sampai kini berproses. Apapun itu. Aku sedang menjalaninya.

Setiap Ramadhan aku selalu bersyukur. Ada banyak waktu yang aku syukuri. Bukan hanya tentang diriku, tapi tentang keluargaku, teman-temanku, tentang keluargaku dan semua yang ada di hidupku.

Meski aku hanya sebentar menikmati menjadi anak rantau, namun benar memang waktu berkumpul bersama keluarga adalah yang terbaik. Selama apapun, sememuaskan apapun bersama orang lain, keluarga adalah rumah tempat kita kembali. Dan Alhamdulillah tahun ini aku masih berkesempatan sahur dan berbuka bersama dengan keluargaku. Dengan mereka yang selalu mengajarkan aku bersyukur.

Tentang teman-temanku, mereka yang pernah hadir, pergi, kini datang kembali. Mereka yang dekat semakin dekat, mereka yang tidak baik, aku doakan semoga lekas membaik. Apapun mereka, aku bersyukur. Aku memiliki tempat untuk terus belajar.

Pekerjaanku, setiap tahun yang selalu berubah. Meski terlihat tidak menentu. Tapi nyatanya ilmu yang kudapat pun tidak sembarangan. Aku masih sering mengeluh, aku masih sering menyalahkan, dan masih sering tidak melihat pada diriku. Aku sadari dan aku kembali belajar lagi.

Kuliah, aku pikir mendekati semester akhir, aku bisa sedikit bersantai, tapi tidak. Tapi sekali lagi, aku banyak bersyukur atas ini. Semua yang terlihat sulit nyatanya dapat aku lalui, karena siapa? Karena Allah berkehendak.

Dan tentang hatiku? Seolah masih hangat di ingatanku bagaimana aku berjuang menerima dan memperbaiki hatiku 2 tahun yang lalu. Luka yang aku salahkan pada diriku sendiri. Sakit yang aku sesalkan karena aku tak banyak melakukan apapun. Sampai tangis yang seolah membuatku menjadi seorang zombie yang tidak pantas menatap matahari siang. Tapi Ramadhan menyadarkanku. Ada banyak orang di sekitarku yang sangat mencintaiku. Menerimaku, dan mau mendukungku untuk memaafkan diriku sendiri, tidak menyalahkan hatiku dan menerima keputusan Allah.

Tahun kemarin, aku masih belajar untuk membiasakan dan mulai mau membuka hatiku. Tidak mudah memang. Tapi aku bersyukur Allah menguatkanku. Banyak yang datang, singgah tapi lekas pergi. Belum ada yang mampu menggerakkan keyakinanku. Membuatku ingin berdoa untuknya. Membuatku ingin mempercayai bahwa dialah yang Allah tunjukkan untukku.

Tahun ini, aku bersyukur dan tidak berhenti bersyukur. Allah membuka hatiku. Menggerakkan hatiku dan menguatkan keyakinanku. Bukan tentang dia. Tapi tentang keputusan yang Allah berikan untukku. Aku belajar lebih sabar tentang penantianku, lebih ikhlas tentang perasaanku dan lebih meyakinkan hatiku bahwa Allah selalu ada untukku.

Ramadhan memang paling dinanti. Bukan hanya suasananya, bukan sekedar makanan dan takjil favorit yang diimpikan. Semua bisa didapatkan di hari-hari biasa. Rasa yang sama, tidak sebanding dengan suasana Ramadhan yang membuatnya seolah lebih indah dari bulan lainnya.

Ramadhan tahun depan, aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang dibentuk dari Ramadhan tahun ini. Seorang wanita yang sudah lulus dari sekolah Psikologi, menjadi seorang penulis yang menginspirasi banyak orang. Dan bertemu dengan orang yang mau berjalan dan bersanding bersama denganku di jalan yang Allah pilihkan. Aku memang berharap itu dia, tapi aku lebih berharap Allah yang menggerakkan hati kamu. Untuk siapa, akan kemana, dan seperti apa, biarkah Allah yang menentukan.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga semua yang kita lakukan tercatat sebagai sebuah ibadah ya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s